Udah cukup lama nggak nulis sesuatu di blog ini. Terakhir kali nulis itu waktu jaman fir'aun masih abege, dan dia masih suka foto-foto di kaca toilet. Iya, waktu itu fir'aun masih alay. Oke, dan gw juga nggak ngerti kenapa gw jadi ngebahas fir'aun. heheh...
Sesuai dengan konsep awal terbentuknya blog ini, dari awal gw cuma
nulis apa yang mau gw tulis. Eh bukan ditulis juga sih, tapi diketik.
Tapi yaudahlah, gw lebih enak nyebutnya dengan menulis.
Di blog ini gw bukan mau berbagi, cuma mau menumpahkan semua pikiran yang mungkin cuma gw yang ngerti apa maksudnya.
Dan akhir-akhir ini gw lagi banyak berpikir tentang "siapa saya
sebenarnya?". Ya, inilah fase hidup yang (mungkin) semua orang pernah
merasakannya. Nggak semua orang tau siapa atau seperti apa dirinya yang
sebenarnya. Menurut gw itu semacam pembentukan karakter individu. Dan
itu penting untuk dipikirkan. Karena ketika kita menemukan siapa diri
kita yang sebenarnya, kita bisa menikmati hidup ini dengan apa adanya.
Dan nggak perlu susah payah untuk menjadi orang lain yang mungkin
membuat kita nggak merasa nyaman.
Sampe sekarang gw belum bisa menemukan jawaban itu. Membentuk diri itu
sulit. Karena lingkungan sekitar bisa membawa gw ke arah yang lain yang
bukan menjadi diri gw sendiri.
Contoh: ketika gw mengidolakan seseorang, gw selalu ingin jadi seperti
dia. Menirukan gayanya, mengikut cara bicaranya, atau mungkin oprasi
plastik biar mirip sama dia. (oke, itu berlebihan)
Awalnya, menurut gw itu keren. Sampai akhirnya gw sadar, apa yang
membuat gw keren di mata orang lain, belum tentu membuat gw ngerasa
nyaman.
Gw pernah baca quote dari musisi terkenal Amerika yang sekarang udah meninggal. Kata-katanya kayak gini, "I'd rather be hated for who I am, than loved for who Im not".
Kata-kata itu membuat gw berpikir, menjadi seseorang yang disukai
banyak orang belum tentu membuat gw senang. Dibenci untuk mencintai
diri sendiri itu lebih baik daripada dicintai tapi membenci diri
sendiri.
Maksud gw begini, selama lo suka sama apa yang lo suka, nggak usah
berpikir apa yang orang lain suka. Nikmati aja. Selama itu membuat lo
nyaman, kenapa nggak? Tapi kalo lo suka mencabuli bocah dibawah umur,
atau terobsesi berpacaran dengan nenek-nenek bau tanah sih, mending
dipikir-pikir lagi.
Biasanya sih, banyak orang yang menyukai sesuatu karena ikut-ikutan aja.
Contoh: cewek-cewek yang suka histeris kalo ngeliat boyband, sampe
nangis-nangis, dan bahkan ada yang sampe kayak orang kesurupan. Padahal
mungkin sebenarnya dia nggak terlalu suka sama boyband. Tapi karena
temennya suka, dia jadi ikutan suka.
Atau misalnya lo suka power ranger, tapi malu cerita sama temen-temen
lo. Takut dikira cupu atau nggak gaul. Cuek aja. Mungkin temen yang lo
kira gaul itu kalo di rumah suka joget maju-mundur kalo denger musik
dangdut.
Kembali ke masalah pembentukan diri yang akhir-akhir ini sering gw
pikirkan. Perlahan gw mulai ngerti seperti apa sifat gw sebenarnya.
Bisa dibilang gw adalah orang yang aneh. Kalo gw ngomong kadang gw ngerasa nggak
semua orang ngerti apa yang gw omongin. Apa yang orang suka, belum
tentu gw suka. Orang-orang kan kebanyakan kalo ngetik pada pake tangan,
nah gw pake kaki.
Nggak usah terlalu banyak berpikir tentang apa yang orang lain pikirkan.
Jangan selalu melakukan apa yang membuat orang lain senang, lakukanlah
apa yang membuatmu merasa senang. Tanpa menyinggung atau merugikan orang
lain.
Sekian dan terima nasib. :))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar